Pengalaman berobat ke Melaka (2)


Setelah satu bulan yang lalu mengantar bapak ke Mahkota Hospital di Melaka, kini saya kembali kesana. Awal kedatangan kami ke Melaka, karena dipicu oleh sakit bapak, yang oleh dokter dikatakan Kanker Lever (Hepatoma). Waktu itu bapak disarankan untuk segera dikemoterapi, karena katanya sel-sel kanker itu akan cepat membesar bila tidak segera dikemo. Sebelumnya dokter juga memberikan bapak beraneka macam obat senilai Rp 2juta untuk diminum pagi, siang atau malam hari. Namun setelah diperiksa disana melalui cek laboratorium dan MRI, ternyata sakitnya bapak “hanya” abses titik-titik kuman dan diberi antibiotik untuk dikonsumsi selama sebulan. Lalu harus kembali lagi setelah obat habis diminum. Obat yang dibeli sebelumnya tidak terlalu disarankan untuk dikonsumsi, dengan pertimbangan menjaga kesehatan ginjal.

Sebulan telah berlalu, tepatnya tanggal 28 Juli 2010, kami kembali ke Melaka. Ikut serta ibunda yang juga ingin periksa kesehatan disana. Sengaja kami merencanakan bepergian selama 5 hari 4 malam, dengan 2 malam di Malaka, 1 malam di Genting dan 1 malam di Kuala Lumpur (KL). Sebenarnya selain periksa kesehatan, kami juga ingin mengajak ibu jalan-jalan, karena pas tanggal 20 Juli, ibu ulang tahun yang ke 71 tahun. Dengan naik Malaysia Airline, kami tiba di KL pukul 8 pagi. Lalu dijemput Pak Sufi, supir taxi “langganan” kami yang ramah dan baik hati. Sekitar 2 jam, kami tiba di Melaka, langsung Check-In di Trend Hotel, Jalan Mahkota. Setiba di penginapan, ibu-bapak saya persilahkan istirahat, karena mereka sudah bangun pagi dini hari dan pukul 3.30 sudah tiba di bandara, jadi saya pikir pasti mereka lelah. Ketika mereka beristirahat, saya menuju Mahkota Hospital untuk Screening Health. Kebetulan saya harus periksa rutin untuk PapSmear 6 bulan sekali karena pernah dioperasi Histerctomic (pengangkatan rahim) akibat CA. Jadi saya menyempatkan diri sekalian untuk periksa General Check-Up, dengan mengambil Paket Wellness.

Waktu menunjukkan pukul 11.30 menjelang siang. Sengaja saya puasa untuk pemeriksaan kesehatan. Dengan berjalan kaki saya menuju Screening Health Center di Mahkota Hospital. Lalu berkonsultasi sebentar dengan petugas, lalu membayar sejumlah 688 RM plus uang pendaftarar 3 RM saya mendapatkan fasilitas pemeriksaan berupa : Konsultasi dokter, fungsi pendengaran, fungsi paru, Patologi : Faktor Pencetus Kanker, Gula Darah, Free T4, Hitung darah, Uji Hepatitis B, Profil Lipid, Fungsi Lever, Pap Smear, Urinalysis, Pengujian Radiologi : Chest X Ray, Full Abdomen USG, Mammogram, Resting ECG. Sekitar Pk 13.30 kegiatan pemeriksaan selesai. Sebenarnya kalau datang lebih pagi, hasil pemeriksaan bisa selesai dalam hari yang sama, namun saya datang sudah siang, jadi hasil pemeriksaan akan diberikan besok pagi jam 8.


Sore hari, sekitar pukul 4 sore, saya mengajak ibu bapak jalan-jalan sekitar Melaka. Rencana saya ingin mengajak mereka naik boat untuk menyisiri Sungai Melaka, “Melaka River Cruise” Namun ternyata baru bisa beli tiket stelah pukul 17.30, karena ada rombongan pejabat Thailand yang datang berkunjung. Akhirnya kami menyusuri jalan-jalan sekitar, yakni ke Lorong Hang Tuah, Hang Jebat yang banyak terdapat rumah-rumah Arsitektur Cina yang antik. Oh ya, disana waktu siangnya lebih lama, Maghrib jatuhnya pukul 8 malam, jadi waktu terasa panjang. Pk 6 sore atau 7 malam masih terang benderang. Lalu kami juga mengunjungi “Rumah Merah”, yang sebenarnya sebutan untuk Christ Church yang dibangun oleh Portugis tahun 1753 lalu diambil alih oleh Belanda. Bangunan ini merupakan salah satu lambang bahwa Melaka sebagai World Heritage City dari UNESCO. Ada beberapa bangunan lain, antara lain, Porta de Santiago yakni sebuah bangunan monumen peninggalan Portugis tahun 1511. Hang Li poh’s Well yang dibangun oleh para pengikut Puteri Cina, Hang Li Poh, tahun 1459, Tranquerah Mosque yang terdapat makam Sultan Johor, Hussein dimana ada prasasti yang ditandatangani oleh Sir Stamford Raffles tahun 1819 dan banyak lagi bangunan bersejarah lainnya.





Pukul 17.30 kami menuju tempat boat, Sungai Melaka. Kabarnya kalau mengunjungi Malaka, tidak komplit kalau tidak berkesempatan menyusuri sungai sepanjang 9 kilometer selama 45 menit. Sepanjang jalan kami melihat bangunan bergaya Belanda, Rumah toko tua yang antik, museum, cafe tepi sungai, jembatan cantik, dsb. Ibu dan bapak tampak kagum, karena bangungan-bangunan kuno masih tampak cantik terawat, sungguh unik kata mereka berdua.. koq disini bisa ya.. padahal di Jakarta juga banyak bangunan tua dan cantik, terutama di daerah kota. Disini sungainya masih bersih dan bisa dilalui untuk wisata, kalau di Jakarta.. (jangan ditanya deh). Selesai “pusing-pusing”, lalu kami makan malam dan kembali ke penginapan, esok pagi ibu bapak harus periksa kesehatan.


Hujan mengguyur dipagi hari, terpaksa kami naik taksi ke rumah sakit. Pukul 8 pagi kami sudah tiba. Saya dan ibu menuju Health Screen Center, sedangkan bapak langsung menuju ruang praktek Dokter Chow Ken Tek di Lantai 4. Oh ya, hasil pemeriksaanku kemarin sudah bisa diambil, lalu saya konsultasi dengan Dokter (Puan) Premah Munusamy, seorang wanita keturunan India. Hasilnya, Alhamdulillah baik, meski harus jaga-jaga karena kolesterol. Beliau menyarankan harus Pap Smear sesuai
jadwal. Setelah konsultasi dengan dokter, lalu saya menemani ibu periksa. Ibu juga mengambil Paket Wellnes, ditambah periksa tulang melalui Bone Densitometer (40 RM). Ibu memang sering nyeri persendian dan tulang. Selagi menunggu antrian, saya menemani bapak, oleh dokter bapak disarankan periksa laboratorium untuk cek darah dan USG. Saya membantu bapak untuk keperluan administrasi, lalu saya turun menemani ibu. Agak repot bolak balik. Inginnya nanti pas hasil akhir pemeriksaan , saya bisa mendampingi keduanya. Selesai pemeriksaan. Hasilnya jam 2 siang sudah bisa diambil dan langsung konsultasi dengan dokter. Lalu kami makan siang di kantin rumah sakit. Untuk makan siang, ibu mendapat kupon senilai 10 ringgit karena mengambil Paket Wellnes, tapi kata ibu, makanan disini kurang bumbu.. iya sih karena kemarin aku juga sudah makan disini..


Pukul 2 siang, hasil sudah selesai, langsung saya menemani ibu untuk konsultasi hasil Health Screening, ibu mengalami pengeroposan tulang dan pengapuran, jadi sering nyeri. Oleh dokter umum ibu dirujuk ke Dokter Orthopedi, Lim Chui Oo, namun terlebih dahulu ibu ke Urolog Michael Cheng Kok, untuk masalah kandung kemihnya. Sambil menunggu antrian dokter untuk ibu, saya menuju bapak untuk menemui dokter. Terlambat, bapak sudah selesai konsultasi.. yah sayang sekali, padahal saya ingin bertemu dokternya bapak. Kata bapak, “gak usah, bapak sudah sembuh koq”. “Hah sudah sembuh? Apa kata dokter?” begitu tanyaku. Dengan membujuk suster, saya diijinkan menemui dokter. Kata Dokter Chow Ken Tek, penyakit lever bapak sudah tidak mengkhawatirkan lagi, tidak ada masalah yang berarti. Bisa dibilang sudah sembuh. Bapak boleh pulang tanpa bawa obat, katanya tidak perlu obat lagi, sudah selesai pengobatan levernya. No medicine anymore. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah..!

Saya teringat ibu, lalu turun menemui ibu yang sedang menunggu giliran. Ternyata... ibu sudah selesai berkonsultasi. Terlambat lagi..! “terpaksa” membujuk suster untuk bertemu dokter, syukur diperbolehkan. Ibu memang mengalami masalah dengan kandung kemihnya yang sering tidak terkendali, tapi hal itu biasa bagi orang yang sudah tua. Solusinya bisa dioperasi. Tapi tidak mengapa jika tidak dioperasi, hanya masalah kenyamanan saja, karena sering pipis. Ibu lalu diberi obat. Dokter rujukan ibu yang satu lagi adalah ahli tulang atau Orthopedi. Karena dokternya sedang melakukan operasi, maka kami disarankan datang pagi hari.

Jumat, Pk 8 pagi, saya berdua ibu datang paling awal ke ruang praktek Dokter Lim Chui Oo, ahli tulang. Begitu suster datang langsung saya serahkan surat rujukan. Lalu oleh suster, kami dipersilahkan untuk sarapan terlebih dahulu, karena dokter akan datang pukul 9. Lalu saya dan ibu menuju kedai makanan tak jauh dari rumah sakit. Disana kami makan “nasi kucing”. Gak terlalu enak, tapi lumayanlah.. Kalau soal makanan, Indonesia surganya makanan enak, jadi masakan disana terasa biasa-biasa saja di lidah.. Di Kedai-kedai makanan, terutama yang halal food, kami sering berjumpa para pasien Mahkota Hospital yang berasal dari Indonesia. Jadi seru kalau pada bercerita tentang pengalaman atau suka duka berobat di tanah air dibandingkan dengan berobat di Melaka yang “banyak kemudahan”, (maaf.. maaf.. saya cuma pendengar yang baik koq..).

Setelah sarapan, saya dan ibu kembali ke rumah sakit. Sedangkan bapak dipenginapan. Sampai di depan klinik, pasien sudah banyak menunggu. Tapi untungnya nama ibu pasien nomor urut satu, jadi lebih dahulu dipanggil. Kata dokter, ibu terkena Osteoarthritis dan Osteoporosis alias pengeroposan dan pengapuran. Ibu diberi obat-obatan penguat tulang, vitamin, dan disuntik. Kata dokter, obatnya bisa untuk 2 bulan. Memang agak mahal, tapi untuk 2 bulan dan cukup banyak jumlahnya, maka reasonable kalau harus mengeluarkan 987 RM untuk obat, vitamin, dan suntikan termasuk biaya konsultasi dokter.



Dari rumah sakit, kami segera ke penginapan, lalu check-out. Pak Sufi menjemput kami pk 11. Dari Melaka langsung menuju ke Genting Highland. Perjalanan kurang lebih 3 jam. Sepanjang perjalanan, bapak berbincang-bincang dengan Pak Sufi. Tampaknya mereka berdua sudah seperti saudara dekat, ngobrolnya akrab dan seru sekali, sampai2 kisah di Jaman Belanda diceritakan semua... ! Pemandangan juga indah, melewati perkampungan pecinan, dan ketika mendekati Genting, jalan berkelok-kelok.. yang menakjubkan semua jalan-jalannya mulus dan lebar, terasa bebas hambatan karena tidak macet. Di Genting, kami menginap di First World Hotel. Cuma semalam disana, keesokan harinya, Pak Sufi jemput kami menuju KL, lalu kami menginap di Hotel Royale Bintang, kawasan ramai Bukit Bintang. Nah, disini kami terkena macet..! maklum daerah sibuk, banyak pertokoan dan perkantoran. Capek deh..



Alhamdulillah rasanya senang dan puas mengajak ibu bapak berobat sekaligus jalan-jalan ke Malaysia. Negeri tetangga yang pernah bikin masalah dengan negara kita, ternyata banyak hal postif yang bisa diambil dan ditiru. Kedisiplinannya, ketertibannya, kepeduliannya, dll. Juga mungkin bisa ditiru sistem layanan kesehatan publik mereka. Bagaimana kalau kita balas dengan meniru sistem layanan kesehatan mereka, termasuk etos kerja dan kinerjanya sehingga biaya pengobatan dan peralatan medis bisa lebih terjangkau oleh kita semua dan lebih baik hasilnya.

Terimakasih untuk Tante Mei, Tante Dini dan suami, Mas Toto dan keluarga, juga Mas Deni yang sudah menjamu ibu bapak dan mengajak jalan-jalan seputar KL, Petronas dan Putrajaya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan tante, Om dan mas semua.



Jakarta, 9 Agustus 2010.
-meita-





















No Hp Pak Sufi : +60133021101
or kalau ada pertanyaan, bisa email aku :
meitasari@gmail.com

Tks
Meita

13 komentar:



santywen said...

mbak mau tny no tlpn pak sufi brp y mbak?
trus mbak ngnap di hotel ap?
coz aq jg pgn ngajak papaqu ke melaka mggu ini. thx mbak

santywen said...

mbak mau tny no tlpn pak sufi brp y mbak?
trus mbak ngnap di hotel ap?
coz aq jg pgn ngajak papaqu ke melaka mggu ini. thx mbak

Meita said...

No Hp Pak Sufi : +60133021101
or kalau ada pertanyaan, bisa email aku :
meitasari@gmail.com

Tks
Meita

Anonymous said...

rima..

salam kenal mba
mama ku jg berobat ke melaka ( MMC )
dan pak sufi jg langganan kami :)
memang benar, hmpir 90% pasien nya org Indonesia
sampe2 pak sufi bilang, klo org Indonesia mogok berobat ke MMC, bisa mati bisnis nya:d

Indah Meitasari -- Sociolovers said...

Telepon Pak Sufi : +60133021101

sampaikan salam dari Meita..

Dhila said...

Sore Mbak, saya mau tanya,

saya rencananya mau ajak ibu saya berobat (diabetes) ke Malaka.

Tahapannya apa saja yg perlu dilakukan ya mbak?

Terima kasih.

Anonymous said...

salam kenal meita...

terima kasih atas tulisannya
sangat membantu saya
rencana saya jg mau ngantar orang tua saya jg berobat ke mmc
rencana sy jg mau telp pak sufi untuk bantu perjalanan kami

salam
Hs
email : san_sandita@yahoo.com

Anonymous said...

mudah2an bs ketemu dgn pak sufi..ntar disampein salamnya..

Anonymous said...

Salam kenal meita..

Saya jg baru pulang dari MMC operasi kelenjar, saya mau tanya nih mama saya kan jg sakit osteoarthitis, gimana sekarang setelah ibu meita berobat disana ada perubahan atau tidak..terima kasih sebelumnya

Jennifer said...

Selamat siang,
Just share kami dari representative mahkota medical centre di Indonesia bisa membantu bapak dan ibu dalam memberikan informasi perawatan, dokter, akomodasi dan transportasi tanpa dipungut biaya apapun. Silahkan menghubungi kami di 0617333666 (medan rep office)atau di email saya. Terima kasih

Anonymous said...

Alamat emailny apa mb jenifer?

Anonymous said...

Hi Mba Indah n friends...

Saya mau berbagi saja mungkin bisa dijadikan referensi atau alternatif kalau berobat ke Malaysia.

Saya bekerja di kantor perwakilan RS Singapura dan Malaysia. Kami mewakili Sunway Medical Centre di Kuala Lumpur, juga Island Hospital dan Mount Miriam Cancer Hospital di Penang.

Sedangkan di Singapura, kami sudah mewakili sebagian besar rumah sakit baik swasta maupun pemerintah.


Untuk informasi yang lebih jelas, bisa japri saya di septi@singmedic atau telp ke 0213410 1000 atau 081320252525.

Informasi yang kami sediakan gratis karena kami merupakan mitra resmi rumah sakit yang saya sebutkan diatas.

Semoga membantu

Regards,

Septi-Singmedic

Anonymous said...

Hai mau bantu share ya..
Lohguanlye specialists centre will held a free clinic at Jakarta office on 15 and 16 March 2014.
Doctors who participate are :
1. Dr Nellie cheah, specialist oncology (for cancer)
2. Dr devindran, specialist gynaecologist and Fertility specialist (IVF)
For information and registration please call 021-5698 3677 (felyna) or 021- 97973677 (imelda)