Tour Padang-Bukitinggi

Alumni FISIP UI (angkatan 76 plus).

Sumatera Barat terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah. Tak heran bila menjadi salah satu objek wisata andalan di tanah air. Pemandangan dari Padang menuju Bukittinggi dan menuju kawasan wisata lainnya sangat indah. Hamparan sawah hijau, sungai, bukit, air terjun, danau, lembah dan pemandangan cantik lainnya, membuat mata ini tidak habis-habisnyanya mengagumi ciptaan Allah di Bumi Minang ini.

Namun sayang, beberapa bulan yang lalu, tepatnya 30 September 2009 Gempa 7,6 Skala Richter mengguncang wilayah ini yang berpusat di 57 km dari Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) getarannya yang dahsyat terasa hingga Malaysia dan Singapura. Korban jiwa banyak berjatuhan dan bangunanpun banyak yang hancur.

Kami Alumni FISIP UI sedianya akan berkunjung Bulan Oktober 2009. Karena gempa tersebut, rencana yang sudah djadwalkan jauh hari akhirnya diundur menjadi tanggal 11-13 Desember 2009.

Jumat, 11 Desember 2009, Pukul 5 pagi kami sudah berkumpul di Bandara International soekarno Hatta. Jadwal keberangkatan pesawat Garuda yang kami tumpangi, akan berangkat pukul 6.00. Semua tampak semangat dan wajahnya ceria.. bagaimana tidak hari yang sudah lama dinantikan akhirnya tiba juga. Tapi ada lho yang saking semangatnya ada yang salah tanggal, datang satu hari sebelumnya.. pas sudah di bandara.. baru sadar kalau seharusnya berangkat besok. Waduh.. untung salah tanggalnya bukan sehari sesudahnya. He..he.. Di Bandara tampak Mbak Ida Syahranie sibuk membagikan Pin, lalu Mas Arief membagikan buku panduan perjalanan. Peserta tour berjumlah 36 orang. Sebagian besar Alumni FISIP UI angkatan 76.





Karena Padang baru dilanda gempa, tour kali ini ditambah acara bakti social pemberian sumbangan sebagai tali kasih untuk anak-anak korban gempa yang sekolahnya hancur. Yakni SD Negeri 11 Padang Pariaman. Mbak Linda I Tobing, tampak sibuk mengumpulkan dan menghitung uang dari peserta tour. Alhamdulillah terkumpul sejumlah dana yang cukup memadai untuk sumbangsih pembangunan gedung sekolah yang langsung diserahkan kepada guru di sekolah tersebut. Anak-anak sangat senang dengan kedatangan kami.. Dari wajahnya yang gembira tidak tampak kesedihan bahwa daerahnya telah dilanda guncangan gempa yang dahsyat. Tampak di kiri kanan jalan rumah-rumah yang hancur . ada yang sedang diperbaiki, dan ada yang dibiarkan begitu saja.


Obyek wisata pertama yang kami lewati adalah Air Terjun Lembah Anai. Konon airnya bisa bikin awet muda.. Saat tiba, hujan turun rintik-rintik, beberapa peserta agak enggan untuk keluar dari bus. Tapi ada juga yang susah payah naik tangga lalu turun munuju tepi telaga lalu meraup wajahnya.. sampai rambutnya basah.. Eh.. benar lho.. wajahnya berubah jadi “bayi” hi..hi..

Waktu menunjukkan pukul 11.00. Meski belum waktunya makan siang, tapi perut sudah terasa lapar. Maklum, banyak yang belum sarapan. Rombongan yang terdiri dari 2 bus itu mampir di Warung Sate Padang Ma’Syukur. Hmm nikmat deh.. semua menyatap dengan lahap. Bumbu padangnya terasa bangett.. (terang aja ini kan di Padang he..he..).

Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bukittingi. Menurut tour guide Pak Odri, bahwa hotel-hotel di Padang banyak yang rusak akibat gempa, sehingga wisatawan disarankan untuk menginap di Bukittinggi. Tapi memang dari awal kami rencananya menginap di Hotel The Hills (dahulu Novotel) kawasan Bukittinggi. Sebelumnya kami mampir terlebih dahulu di Pandai Singke, sebuah kawasan yang banyak memproduksi kain songket.

Dipilih..dipilih.. dipilih… begitulah para ibu kalau sedang belanja. Sementara peserta pria sebagian besar cuma jadi penonton saja. Paling-paling Cuma potret sana sini. Kain songket disini bagus-bagus dan halus. Mbak Tuty dan Mbak Susi tampak terkagum-kagum dengan hasil tenunannya. Mbak Tyo sibuk memilih kerudung warna-warni. Kabarnya Orang Malaysia sangat suka dengan kerudung payet dan sulaman Padang. Mbak Debby sibuk pilih-pilih bando. Katanya, bando disini unik.. dibuat dari kain songket. Gak ada dimana-mana, kecuali di Padang. Mbak Etty sibuk cari nomor ukuran sandal. Ternyata, meski disini tempatnya kain songket, tapi ternyata pada suka sandal kulit. Hampir semua beli sandal.. langsung dipakai dan diberi nama.. takut ketukar katanya.. ih norak ya..? he..he.. Gak terasa waktunya sholat Jumat.. para bapak memisahkan diri untuk sholat, karena kalau menunggu para wanita belanja kelamaan dan lagi gak enak.. jadi gak khusyu belanjanya.. eh sholatnya.. Selesai dari sana makan siang diRestoran Gulai Bebek Cabai Hijau. Kalau untuk lidah orang Jakarta mungkin terasa asin. Tapi banyak juga yang suka, bahkan ada yang pesan untuk diantar ke hotel menjelang pulang untuk dibawa ke Jakarta.

Tiba di Bukittingi, kami mampir ke Obyek Wisata Ngarai Sianok dan Goa Jepang. Namun karena sedang ada perbaikan, Goa Jepangnya ditutup. Rombongan cukup senang menikmati pemandangan Ngarai sianok yang indah.. Tak lupa foto bersama.. serunya.. monyet-monyetpun turut serta berfoto ria..


Tiba di Bukittinggi.. langsung masuk hotel terus “lempar” koper, dan langsung balanjo.. balanjo.. karena tiba di penginapan waktunya sudah sore, sedangkan pasar menjelang Maghrib tutup. Pasar Atas tempat tujuan belanja berikutnya terkenal dengan berbagai produk kerajinan, dari songket, mukena, kerudung, pashmina, kemeja koko, bahan sulaman, dll. Beberapa waktu lalu sebelum gempa, pasar ini ramai pembeli. Tidak saja wisatawan lokal, tapi juga dari mancanegara. Menurut pemilik toko, sekarang ini sepi. Jarang turis datang. Oleh karena itu mereka sangat mengharapkan wisatawan datang kesini membeli hasil kerajinan rakyat Minang.

Esoknya setelah sarapan, kami menuju ke Lembah Harau yang terkenal dengan Lembah Echo.. Hamparan sawah hijau, rumah penduduk yang berciri khas, rumah adat dengan atap “tanduk kerbau”, bukit dan lembah.. juga hutan Lindung.. benar-benar cantik. Lembah Harau berdinding batu ala Grand Canyon, dibagian lainnya ada Lembah Echo.. yang bila berteriak suara kita memantul. Si Bang Lubis ikut mencoba berteriak “Woi..!” Eh benar lho ada gemanya.. Sayang waktu itu beberapa tempat banjir, karena hujan cukup lebat sebelum kami tiba ditempat ini..


Rumah Adat Minang memang khas. Sempat juga kami mampir ke Istana Silinduang Bulan, yakni istana milik Ibu Suri Kerajaan Pagaruyung. Tidak sah rasanya kalau tidak berfoto bersama disini. Meski hujan gerimis.. session foto bersama tentu tidak boleh terlewatkan..

Tidak sah kalau ke SumBar tidak berkunjung ke danaunya yang terkenal. Ada dua danau, yakni Danau Singkarak dan Danau Maninjau. Danau Singkarak adalah danau terbesar di propinsi ini. Terkenal dengan Ikan Bilihnya. Beberapa peserta tour membeli ikat bilih untuk dibawa ke Jakarta.. waduh.. amis.. tapi kalau sudah digoreng gurih dan uenakk..


Danau Maninjau terkenal dengan kelok 44nya. Harus berhati-hati ketika menyusuri kelokannya. Benar-benar takjub bila kita berada diketinggian untuk melihat danau.. warna alam langit yang biru, berbaur dengan warna danau biru tua, lalu sawah dan pepohonan yang hijau.. serta bunga-bunga merah kuning oranye.. benar-benar perpaduan warna yang sangat indah.

Subhanallah …Tidak bisa dilukiskan satu persatu pemandangan yang ada.. ciptaan Allah benar-benar sempurna. Tinggal kita harus pintar mengelolanya.. jangan merusak keindahan alam.. jaga keseimbangannya, jaga kebersihan dan lingkungannya. dan Jangan membangun gedung diatas bukit. Sedih melihat gedung mewah pemerintah setempat yang harus mengorbankan bukit hijau.. juga penggalian tanah bukit untuk bangunan… hu..hu… ingin nangis rasanya kalau ingat itu..

Kembali ke Jakarta, penuh dengan kenangan manis bersama teman, mbak-mbak dan mas-mas sekampus, meski gak pernah kuliah bareng (karena beda angkatan denganku). Tapi keakraban terjalin dengan indah.. Bercanda dan serunya makan durian ramai-ramai.. sampai ada yang mabok durian.. he..he.. Semuanya berkesan..

Terima kasih untuk panitya yang di komandoi oleh Mas Anton Natakoesoemah dan Mas Arief Hidayat, serta panitya lainnya, Mbak Kusumastuti, Mbak Ida Syahranie, Mbak Linda, Mbak Farida, dkk. Tour ini seperti perjalanan wisata yag diatur oleh agen perjalanan wisata. “Well Prepared and Well Organized”. Two thumbs up for all of you..


Salam,
Meita
Angkatan 84

Cirebon Trip

WISATA KULINER DAN KE KAMPUNG BATIK





Bosan weekend di Bandung atau Puncak? Ini ada alternatif lain jalan-jalan seru sambil berwisata kuliner dan belanja batik, yakni ke Cirebon. Bisa pulang pergi naik Cirebon Express, berangkat pk 06.00, pulang pk 18.30. Dengan harga karcis kelas Eksekutif Rp 150.000 (PP) , di Cirebon kita bisa menikmati panganan khas yang lezat-lezat (semua). Ada Empal Gentong, Nasi Lengko, Sate Kambing, Mie Koclok (bukan kocok) , dll.



Dari Jakarta, begitu selesai Subuh, siap-siap berangkat ke Gambir. Pk 05.30 Tiba disana.. sudah ada teman-teman sekampus, yakni Mas Anto, Mbak Tuty, Mas Ikrar, Mbak Taty dan Mas Mukti. Lalu disusul Mbak Susi, dan “last minute” Mbak Bunga yang datang tergopoh-gopoh.. nyaris telat. Kereta mau berangkat pk 06.00. Eh dia baru datang 10 menit sebelumnya.. katanya semalam gak bisa tidur.. dan niat mau gak ikutan.. tapi akhirnya berubah pikiran.. jadilah terburu-buru.. Oh ya, Tidak lupa bawa bekal. Mbak Taty bawa roti, aku bawa Lalampa (Lemper Menado) dan Sambosa. Mbak Tuty rupanya penuh dengan persiapan matang, dia bawa satu termos besar isi wedang jahe, dan lontong..



Keretanya lumayan bersih dan nyaman.. yah anggap aja naik TGV.. begitu kata Mbak Taty. Kalau Mas Ikrar cerita, katanya pernah naik Shinkanzen.. saking lajunya, sampai air di gelas tidak bergoyang.. tapi gak apa-apa deh naik kereta PJKA juga sudah senang, apalagi sama teman-teman serombongan.. seru banget. Ngobrolnya ya biasa deh obrolan anak politik ada Mas Budiarto “Kompas” Shambazy dan Ikrar “LIPI” Nusa Bhakti yang sibuk ngebahas soal “Century Gate”. Juga Mbak Bunga “Adan Buyung” yang ikutan ngebahas soal KPK dan POLRI. Komentatornya Mas Anto dan Mbak Taty dan Mbak Tuti. Moderatornya Mas Mukti. Aku dan Mbak Susi cukup menjadi pendengar yang baik.. Kalau Mbak Sari melakukan meditasi “inner journey” alias tidur.. he..he.. Capek bicara politik, lalu Mas Ikrar yang jadi sasaran ledekan.. maklum dia lagi “berbunga-bunga..” duh senangnya.. Kita turut berbahagia.. semoga sakinah, mawadah warohmah, apa lagi orangnya amanah, fatonah dan istiqomah.. he..he..


Tiba di Cirebon pk 09.15. Kami langsung menuju ke mobil sewaan (Suzuki APV). Kami menyewa 2 mobil tersebut. Kebetulan rombongan belum sarapan.. (kalau tadi di kereta namanya bukan sarapan, tapi ngemil) jadi, langsung mencicipi Empal Gentong “Ibu Dharma” yang letaknya di Jalan Slamet Riyadi, tidak jauh dari stasiun kereta.. Kata sang supir empal disini enak.. dagingnya empuk, kuahnya tidak terlalu kental dan rasanya segar. Mas Ikrar bingung, koq empal begini, ada kuahnya? Ini sih namanya soto. Kalau empal tuh yang digoreng, begitu katanya. Mungkin maksudnya Empal Gepuk. Lain lubuk lain ikannya mas.., lain daerah lain ciri khas masakannya.. Nah kalau gak kesini kan gak tahu salah satu kekayaan kuliner di Indonesia.



Selesai sarapan, lalu menuju ke Ke Obyek Wisata Cibulan di derah Kuningan, tepatnya di Desa Maniskidul. Terdapat kolam seluas 600 meter 2 yang dibangun tahun 1939. Luas Areanya 5 ha, ditumbuhi pohon-pohon yang tinggi dan rindang. Airnya dingin dan jernihh sekali , dengan dasar kolam berbatuan. Kita bisa berenang bersama Ikan Kancra Putih yang dijuluki Ikan Dewa. Mbak Bunga awalnya ingin berenang bersama ikan, tapi “dimarahin” sama Mbak Taty. Katanya nanti heboh, he..he..



Dari kolam renang, kami menuju ke Rumah Linggarjati. Di Jaman Jepang, Rumah tersebut adalah hotel, lalu setelah merdeka, dijadijkan tempat berlangsungnya perundingan Linggarjati. Didalamnya terdapat foto, diorama dan perabotan yang digunakan selama acara perundingan berlangsung. Rumahnya masih terawat dan cukup bersih, kami menumpang sholat disini.

(Dua tahun yang lalu, saya pernah berkunjung ketempat ini, lihat : http://intasari.blog.friendster.com/2007/06/perundingan-linggarjati/ ).

Seusai menikmati “sejarah’ perjuangan pendiri bangsa yang berunding untuk menjadi Indonesia merdeka secara utuh, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan Pk13 lewat. Sambil jalan, iseng-iseng aku buka Facebook. Ada komentar dari Mas Omen tentang satusku di FB tentang jalan-jalan ke Cirebon :

Omen Norman Soni Sontani
Selamat datang di kampung halamanku.. Jangan kelewat sate kambing yang di jalan gunung sari , itu sate kambing paling enak sedunia :-)) . Di tempat nasi lengko Pagongan juga enak satenya. Sate di Cirebon rasanya laen , cara memanggang , kecap dan sambelnya laen. Wah jadi ngiler..

Terima kasih utnuk teman-temanku yang lain di FB. Ada juga teman SMAku yang kasih komentar, Eko Birawanto dan Dento. Ini dari Tira Merangin :
Empal gentong n nasi jamblang yg enak dkt hotel Grage cirebon meit...trus kalo mau spa air di htl grage kuningan deh...muantaap!!
Beli oleh2 tape dll di "toko Kita" di kuningan..jgn lupa beli manisan "bunga rosela"..hhhmm pokoknya asyik deh..!have a nice time dear..

Hmm.. boleh juga masukan dari teman-teman di FB. Meski sudah waktunya makan siang, tapi kami menyempatkan diri mampir terlebih dahulu untuk beli oleh-oleh. Ada banyak pilihan toko oleh-oleh.. bingung cari toko yang diusulkan Tira, akhirnya kami ke “Teh Diah”,, beli rengginang keju, kerupuk, opak, dodol, manisan, Kami juga beli Jeniper, yakni minuman botol ada yang dalam bentuk sirup dan ada juga yang siap minum seperti UC 1000. Oh ya maksudku, juniper itu Jeruk Nipis Peres.. Diminum dingin-dingin hmm segar.. Mas Anto beli kerupuk kulit ikan.. Mas Ikrar beli segala macam oleh-oleh.. waduh.. kalau perlu tokonya sekalian dibeli… he..he..

Tibalah saatnya makan sate kambing. Si Pak Supir berhenti di Resto Simpang Tiga. Katanya menunya lebih variatif, ada ayam, daging sapi dan ikan. Berhubung gak semua mau makan daging kambing.. eh cuma satu yang gak mau.. yang lainnya ternyata suka. Mbak Bunga nyoba Soto Dengkil. Mbak Taty, sate ayam. Yang lain pesan sate dan sop kambing. Mas Ikrar pesan gulai. Hmm.. enak gila! Daging satenya empukk dan gak bau kambing. Makanan yang dipesan langsung habis.. tidak berlebihan pesannya takut mubazir tapi selain itu juga karena sudah pada lapar.. Pesan untuk 10 orang plus dua supir habisnya cuma Rp 196.000 saja.



Tibalah saatnya belanja.. Rombongan menuju ke Kampung Batik di daerah Trusmi (mungkin Trust Me, kali ya..?). Disini kami menghabiskan waktu hampir 3 jam. Memilih dan memilah batik. Mas Ikrar panik.. beli ini itu untuk orang-orang tercintanya.. Batik disini bagus-bagus, disainya antik. Ciri khasnya Mega Mendung. Tapi yang bukan Mega Mendungpun bagus. Aku dapat Batik Tulis Mega Mendung, warna langka dengan desain kecil-kecil (sengaja gak mau pilih corak besar) seharga Rp 55.000. Terus, sarung batik tulis ala kompeni seharga Rp 75.000, rok batik Rp 60.000, dan kain batik print seharga Rp 40.000. Aku pilih yang harga terjangkau tapi bagus.. Yang mahalpun ada dari 400.000-900.000. Disini batiknya gak sampai jutaan.. tapi semuanya bagus-bagus. Dan designnya gak massal. Hampir setiap batik corak atau warnanya beda.. Mbak Taty dapat kain batik ATBM perpaduan warnanya pink lembut dan hijau, satu stel : blus, kain dan selendang. Cantik banget deh ! Cuma ada satu. Mbak Sari beli beberapa sarung dan kain, Mbak Susi beli beberapa sarung kompeni. Dia sih baik, yang dipikirkan pertama kali adalah membelikan kain kemeja batik untuk suami tercinta.

Selesai belanja.. waktu tinggal 1,5 jam lagi. Pk 18.00 sudah harus ada di terminal. Mbak Susi menyarankan kami makan Mie Koclok. Katanya kalau gak nyobain Mie Koclok sepertinya kurang lengkap. Lalu kami menuju ke Jalan Siliwangi. Mie Koclok (bukan Mie Kocok) ini, pernah masuk televise acara kuliner Mak Nyoss. Kami yang perempuan mencoba masing-masing setengah porsi. Kecuali untuk si mas-mas dan para supir masing-masing satu porsi. Rasanya? Tanya Mas Budi dan Mas Anto deh.. mereka suka sekali, meski penampilan mienya kurang menyakinkan. Kata Mbak Susi “ don’t judge the book from its cover” , untuk mie ini, ungkapan tersebut berlaku juga..



It's time to go home.. keretanya lepas landas (he..he..) pk 18.30. Sampai di terminal Pk 18. bye-bye Cirebon.. kapan-kapan kesana lagi, mau lihat Istana Kanoman, Istana Kacirebonan, Masjid Agung Kasepuhan dan ke Rattan Village. Ingin coba juga spa. wah banyak deh.. Mudah-mudahan ada waktu dan kesempatan.

Terima kasih untuk Mbak Susilowati Natakoesoemah yang sudah jadi EO dan teman-teman semua yang membuat perjalanan ini terasa menyenangkan.




Jakarta, 21 November 2009

-meita-

Istanbul, Turkey

Istanbul, Turkey



United Nations Alliance of Civilizations 6-7 April 2009












Aliance of Civilizations didirikan tahun 2005 atas prakarsa Pemerintah Spanyol dan Turki yang didikung oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pada awalnya, mantan SekJen PBB Kofi Annan bermaksud untuk menggali akar penyebaran masyarakat dan budaya, lalu kemudian di rekomendasikan sebagai suatu program PBB.

Tanggal 26 April 2007. Presiden Portugal, Jorge Sampaio, ditunjuk sebagai High Representative untuk Alliance of Civilaizations oleh SekJen PBB Ban Ki-Moon untuk mempimpin tahap implementasi aliansi.
Sekretariat United Nations Alliance Of Civilizations (UNAOC), bermarkas di New York, bekerja sama dengan organisasi negara, internasional dan regional, masyarakat madani, yayasan dan swasta untuk untuk bersama-sama memobilisasi upaya peningkatkan relasi antar budaya antar bangsa dan komunitas yang berbeda.Salah satu tujuan dari UNAOC adalah untuk mendukung, seluruh jaringan kerjasama, pengembangan projek dan mempromosikan pemahaman serta rekonsiliasi antara budaya secara gobal terutama antara “Muslim” dan “Western” societies.

Forum UNAOC kedua, diselenggarakan tanggal 6-7 April 2009 di Istanbul, Turki, mengikuti sukses sebelumnya di Madrid, Spanyol Bulan Januari 2008. Dalam Forum ini bertujuan untuk memajukan pemahaman antar budaya, membangun interaksi antara berbagai komunitas dan menguatkan kepercayaan serta rekonsiliasi antar budaya. Selain itu, juga berupaya membangun jaringan yang kuat antar seluruh pemimpin, baik organisasi internasional, korporat, media, masyarakat madani dan kelompok pemuda.

Forum ini dihadiri oleh Perdana Menteri His Excellency Recep Tayyip Erdoğan,, President of the Government of Spain, His Excellency José Luis Rodríguez Zapatero , UN Secretary-General Ban Ki-moon, the UN Secretary General's High Representative for the Alliance of Civilizations, President Jorge Sampaio.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dalam kunjungannya 2 hari ke Istanbul, meski beliau tidak hadir di forum, tapi bicara tentang masalah bilateral dalam sebuah jamuan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Turki. Beliau menyinggung tentang hubungan antara Turki dan Armenia, dimana pemerintah Armenia mengklaim peristiwa genosid tahun 1915 yang dilakukan oleh Turki. Sedangkan pemerintah Turki menganggap bahwa peristiwa tersebut bukan genosid, melainkan akibat perang dunia I yang juga mengakibatkan ratusan orang Turki tewas. Presiden Obama mengatakan, “ The best way forward for the Turkish and Armenian People is a process that works through the past in away that is honest, open and constructice”. Hmm, Jadi, bukankah diperlukan adanya dialog dan kerjasama antar peradaban? Bukan begitu mister presiden?


Jakarta, 11 April 2009
Meita.

Wisata Kuliner Yogya-Solo




Yogya is Never Ending, begitu tulisan yang terlihat disebuah papan iklan di pinggir jalan. Wah, tidak kalah dengan slogannya Malaysia yang mengklaim sebagai The Truly Asia. Memasuki Yogya memang ada terkesan setangkup rindu yang kini terobati.. persis seperti Katon dan teman-temannya di Kla Project nyanyikan, Yogyakarta. “Pulang ke kotamu ada setangkup haru dalam rindu.. “.






Sabtu, 24 Januari 2009. Tiba di Bandara Adi Sucipto, pukul 8.30. Masih pagi, karena pesawat kami berangkat dari Jakarta, pukul 6 pagi. Peserta wisata kuliner ada 10 orang, yakni Hari, Didien, Tira, Dewi, Tosan, Hanum, Rina, Diah dan saya (Meita). Kemudian menyusul Handoyo yang memang bermukim di Solo. Senangnya berkumpul dan jalan bareng dengan teman SMA. Padahal sewaktu di sekolah dahulu kami tidak akrab, bahkan ada yang kurang kenal.. maklum, sekolah kami dahulu muridnya banyak. Namun setelah reuni, kami jadi akrab dan dekat satu sama lain. Itulah makna silaturahim yang terjalin kembali, setelah terputus lebih dari 20 tahun.

Kedai Soto "Pak Martoni"



Dalam perjalanan menuju ke penginapan, tanpa terasa kami belum sarapan, jadi lapar sekali.. saat itu waktu menunjukan pukul 9.00. Mampir ke Kedai Soto Pak Martoni, Jalan Raya Janti 333, Gedong Kuning Depan JEC. Menunya Soto Daging, boleh dengan tambahan perkedel dan jeroan. Enak juga sotonya, karena lapar, jadi langsung habis.. tapi jeroannya gak ada yang sentuh.. he..he.. pada takut kolesterol.. Disambut oleh pengamen “profesional” lagunya enak.. dan suaranya merdu. Ada lagu kesukaan Tosan, “kutertipu, kuterpedaya..oleh tipu muslihatmu.., dst..” Memangnya kenapa Tosan? Kamu tertipu? Lagu itu sering banget dinyanyikannya.. Senang sekali sarapan sambil mendengarkan lagu dari pemusik jalanan. . Tak lupa sebelum pulang foto bareng dengan mereka. Kata Didien, pemain gitarnya ”lucu”!



Sehabis makan, Tosan seperti guide.. menunjuki kita nama jalan dan obyek wisata. Dan ternyata dia ”meracuni” kita untuk mampir di toko perak. Sang penjaga toko sampai kewalahan.. karena semua perhiasan diborong, sampai-sampai sisanya tinggal sedikit, maklum semuanya bagus-bagus.. gak tahan, akhirnya dibeli semua (he..he.. bohong deh).

Rombongan melanjutkan perjalanan ke arah Makam Pahlawan. Tosan yang nyupir mobil memasuki jalan Kusumanegara, “itu taman siswa, itu Pabrik Susu Sari Husada” katanya. “Ingat gak dulu waktu kelas II, kita study tour kesana?” Tanya Tira. Oh iya.. ya.. tentu saja saya ingat. Saya dulu sama Hari satu kelompok, bikin penelitian tentang pengolahan susu.. eh salah, maksudnya minyak kelapa sawit. Lah koq..? Ke pabrik susu, tapi yang ditulis kelapa sawit? He..he.. Sepanjang perjalanan si Dewi nyanyi terus .. kalau dengar lagu dari radio di mobil.. tanda suka cita kali ya ?
..

Minum Es Krim di "Merpati Murni"


Lalu kami mampir di toko roti Merpati Murni. Mau Brunch, Hanum makan bubur candil, katanya enak sekali, gak terasa manis.. dan yang bikin kaget, harganya Cuma 2000 rupiah. Tira, borong roti, katanya murah, satunya cuma 2500, tapi sudah seperti roti yang dijual di cafe atau toko roti di Mall yang ada di Jakarta. Kalau di Jakarta satunya bisa 5000-7500. Isinya macam-macam, ada abon, keju, fla, coklat, pisang, dll, semuanya enak banget. Beli 30.000 isinya sudah macam-macam.. seru deh. Lalu tidak lupa minum es krim. Kata Hari, “es disini enak banget”, ternyata benar loh !

"Roemah Eyang"


Akhirnya, tibalah rombongan di Roemah Eyang, penginapan kelas melati tapi seperti hotel butik., resik dan apik. Pokoknya ok deh. Yang penting, nyaman dan bersih.. begitu sampai.. langsung foto, taruh barang sebentar, lalu pergi lagi.. kali ini menuju Kaliurang.



Tiba di kawasan Kaliurang sudah siang pukul 14, “terpaksa” makan siang dahulu di Boyong Kalegan. Resotoran ala kuring.. dengan danau buatan dan rumah-rumah ijuk. Makan ikan gurame. Ikan kecil-kecil (aduuh lupa namanya, kalau gak salah Ikan Wedar?), sayur kangkung, dll. Hmm, lezat. Sambil makan siang, wajah Hanum, Diah dan aku dilukis. Hasil lukisannya... wah jangan dilihat deh, malu..!

Ullen Sentalu Garden
Waktu menujukkan pukul 15.30. lalu kami menuju Ullen Sentalu, Museum Kebudayaan Jawa yang terletak di Kaliurang Yogyakarta. Setiba disana, nyaris tutup, karena museum buka sampai pukul 16.00. Dengan harga tiket Rp 25.000, kita bisa melihat sebuah jendela warisan kekayaan budaya dan sejarah. Bukti peradaban Jawa yang diwakili oleh Kerajaan Mataram. Lukisan-lukisan cantik dan batik terpampang selayaknya gallery. Sungguh indah. Namun sayang, sewaktu tiba disana hujan, sedangkan untuk ke beberapa bagian gedung harus melewati jalan keluar yang tak beratap, sehingga kami berlari-lari sambil kehujanan. Yang seru adalah tour guidenya, namanya kalau tidak salah Mbak Ida. Lucu banget.. benar-benar bikin orang tertawa.. wajah dan penampilannya kocak, cara menyampaikannya juga bikin orang geli. Dia buat istilah top markotop (maksudnya top banget gitu), terus bilang oke jadi occe.. Kata Hari penampilannya mirip ibunya Bart Simson.. he..he.. Tapi kami salut sekali dengan si mbak tadi, pengetahuan sejarahnya dan urut-urutan raja, ratu, isteri, selir, dll hafal diluar kepala. (yah terang saja namanya guide..). Sayang kami tidak boleh mengambil foto di dalam museum.


Masih di kawasan Kaliurang, dari musem kami mampir ke warung kopi untuk makan jadah tempe di Warung Jadah Tempe Mbah Carik. Makanan ini benar-benar antik, seperti ketan, tapi dalamnya tempe. Sambil minum wedang jahe atau jeruk hangat. Ennakk deh. Mana habis kehujanan, baju basah.. rasanya nikmat minum yang hangat-hangat.. Gak lupa setelah itu foto-foto.. tettepp !

Yang juga tidak boleh ketinggalan adalah belanja. Kalau yang ini jagonya Tira deh. Dia paling pintar memilih mana yang bagus, mana yang cocok dan kalau di pasar juga pintar menawar. Lalu mampirlah rombongan ke Mirota yang masih terletak di Kawasan Kaliurang.. Pilih-pilih batik hingga lewat waktu Maghrib.

Antri, Gudeg Permata
Malam hari, kami melanjutkan wisata kuliner. Gak sah, kalau ke Yogya gak makan gudeg. Jadi.. tentu saja kami kejar gudeg yang paling enak sedunia ? yakni Gudeg Permata di Jalan Gajah Mada, depan Bioskop Permata. Jangan membayangkan restoran yang mewah disini syukur-syukur bisa duduk di dalam tenda, karena yang makan banyak.. sebagian besar bahkan duduk lesehan di emperan toko. Bersyukur kami datang lebih awal, sebelum pk 21.00 (buka jam 9 malam). Jadi masih dapat tempat duduk di dalam tenda. Dan benar enakk banget.. bumbunya banyak, dan sambel goreng kreceknya itu mantep deh.. Kata Tosan, gudeng ini langganannya Katon, kalau ke Yogya dia selalu mampir kesini.


25 Januari 2008, rencananya hari ini akan pergi ke Solo. Tira dan Hari ingin sekali makan SGPC. Awalnya saya bingung, apaan sih itu? Oalah, gak tahunya Sego Pecel. Jadi, dalam perjalanan ke Solo, rombongan mampir dahulu untuk sarapan SGPC Bu Wiryo 1959 di Jalan Agro CT VIII Klebengan, yang katanya melayani UGM sejak tahun 1959. Wah berarti sang doktor atau profesor dari UGM termasuk “alumninya” si mbok ya? Tapi memang enak.. bumbu kacangnya tuh ‘medok’ banget. Dan sayur rebusannya masih segar2, ditambah tempe, krupuk dan minum juice tomat atau juice jeruk..hmm enak deh.


SOLO
Perjalanan ke Solo kurang lebih 2 jam. Memasuki wilayah Klaten hujan turun lumayan lebat. Di Solo. Kami menjemput Handoyo, dulu waktu SMA pernah ikut vocal group yang ikut meramaikan acara peresmian SMA 34 Filial menjadi SMA 66 di Jalan Bango Pondok Labu. Handoyo didampingin isteri dan anaknya. Di Solo, kami mampir di Pusat Grosir Solo, ramai sekali, parkir penuh. Didalam gerah rasanya. Tapi belanja ternyata jalan terus. Berburu batik lawas.. dapat 2 potong blus dengan harga Cuma Rp 50.000. Lumayan keren..



Di Solo, kami juga mampir ke toko oleh-oleh Mandarijn, borong kue lapis dll, terus mampir minum es krim di Toko Es Krim Tentrem di Jl Urip Sumoharjo. Fruit Cake Ice Cream dan Banana Splitnya.. enak deh.. segarr, Hari dan Tosan pesan Coffee with rum and cream.. hmm..


Nah, tibalah saatnya makan “siang” yang sebenarnya sudah sore. Waktu menunjukkan pukul 16.30 sore. Bebek Goreng Slamet di Sedahromo Lor, Kartasura, sudah menanti. Setiba disana Didien yang ingin segera pesan dicuekin oleh sang penjual. “Kenapa sih orangnya cuek banget?” tanyanya. Ternyata restonya baru buka pk 17.. oalah pantas saja mereka belum mau meladeni kami. Setelah pesanan makanan terhidang semua.., ya ampun ini benar-benar ennakk deh. Tira bilang, “Top Markotop” meniru ucapan si Mbak Ida, tour guide kemarin di museum. Didien bilang, “kog bisa sih daun pepayanya gak pahit?” Terus kata Diah.. sambalnya mantap pedasnya. Tadinya kami berpikir nasinya gak habis.. biasa pesan setengah. Tapi ternyata satu piring habis bis.. ludes. Masya Allah. Nikmat sekali. Rina terlihat sangat lahap. Hari bilang, katanya kalau wisata kuliner, sebaiknya cuma sekedar icip-icip saja, gak perlu dihabisin, karena banyak makanan yang akan kita jajal, kalau perlu satu piring untuk berdua. Eh.. tapi ternyata dia juga habis.. barangkali kurang malah.. he..he.. Dan yang bikin bingung, murah meriah.. untuk 11 orang, gak sapai 250ribu rupiah !

Dalam perjalanan pulang, semulanya kami ingin beli Abon Varia yang terkenal itu, tapi setiba disana tutup. Kami lupa, besok kan hari raya imlek, jadi beberapa toko terutama yang pemiliknya Orang Cina, tutup tokonya. Di mobil kami sibuk pesan bakpia untuk diantar besok padi. Bakpianya memang enak sekali.. tapi ternyata kami baru tahu, dikardusnya ditulis tersedia di Carrefour, Lebak Bulus. Oalah..

26 Januari 2008, bersdiap-siap untuk pulang ke Jakarta. Koper sudah standby di depan kamar. Jadwal keberangkatan pesawat pk 16.30. tapi pagi hari kami sudah siap untuk mampir terlebih dahulu untuk makan mpek-mpek Nyonya Kamto. Hari yang dahulu sempat kuliah di Yogya bilang, “mpek-mpek ini enak banget, lebih enak dari mpek-mpek Palembang, gue tuh paling penasaran ingin kesini dari kemarin”, katanya. Dan benar enak, ikan tenggirinya terasa banget. sampai pada nambah.. hmm yummi.



Menuju bandara, mampir terlebih dahulu untuk makan siang di Sate podomoro di Jalan Mataram. Hari bilang, dulu rasanya kalau mau makan sate disini mikir dahulu, karena untuk ukuran mahasiswa cukup mahal. “Tapi sekarang sudah gak mikir lagi kan Har?” Hayuk aja.. leker banget.. aduh..

Kami masih punya waktu cukup lama ke Bandara Adi sucipto. Untuk menghabiskan waktu, mampir ke Museum Affandi yang terletak di Jalan Laksda Adi sucipto yang menghubungkan Kota Yogyakarta dan Solo. Letaknya sangat strategis,tidak jauh dari bandar udara dan di tepi sungai Gajahwong. Tiket masuknya Rp20.000/orang. Jam buka dari pk 09.00-16.00. Menempati tanah seluas 3500m2. Teridiri dari 3 galeri. Yang pertama, untuk meuat hasil karya lukisnnya, didalamnya ada mobil Colt Gallant tahun 1976 yang merupakan mobil kesayangannya. Mobilnya bentuknya lucu, dimodifikasi seperti bentuk ikan. Warnyanya kuning. Galeri II, tempat sanggar melukis anak-anak. Galeri III memejang foto keluarganya; hasil sulaman isterinya, Maryati, Lukisan Kartika dan Rukmini. Kami berdecak kagum melihat lukisan beliau.. harganya ada yang ratusan juta.

Setelah puas melihat lukisan lalu menuju bandara. It’s time to say good bye. Yogyakarta memang kagak ada matinye.. is never ending. Begitu kata slogan. Insya Allah, suatu saat kami kembali lagi. Jangan lupa, kata Tira, kalau habis wisata kuliner, setiba di Jakarta harus puasa Senin Kamis, sebagai penyeimbang. Iya deh, ingetin ya Tir.. Sampai jumpa di tujuan wisata berikutnya: Ho Ci Minh ?

Jakarta, 4 Februari 2009
-Meita-



Baca Surat Yassin di pesawat

Di depan pintu masuk "Roemah Eyang"


Di Kaliurang, yang potret Hari



Safari Dakwah Ranah Minang

Pada tanggal 15- 16 Mei 2007, kami Jamaah Pengajian ORBIT mengadakan kunjungan safari dakwah ke Ranah Minang dengan menggunakan pesawat LION AIR terbaru seri 737-900ER. Jumlah jamaah yang turut serta kurang lebih sebanyak 100 orang . Kami memang berasal dari jamaah pengajian ORBIT.

Jamaah Pengajian Orbit memang beragam.. lintas profesi. Ada wartawan, politikus, pengusaha, penulis, pragawati, model. Ada juga tokoh akademisi, yakni Dekan FISIP UI Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Somantri. Tapi yang membuat suasana lebih "hidup", pengajian ini didominasi para artis ibukota, antara lain Primus, Jihan Fahira, Zaskia Mecca, Ferry S Anwar, Cici Tegal, Meidiana Hutomo, Astrie Ivo, Ineke Koesherawati, Raka, Berliana, Eksanti, Yatti Oktavia, Eva Arnaz, Ida leman, Baby Zelvia, Hengky Tornado, Erna Libby , Indah Gita Cahyani dan masih banyak lagi..


Di_depan_pesawat_lion_air_terbaru

Selasa 15 Mei 2007, Pukul 7 Pagi, seluruh peserta berkumpul diterminal I A untuk persiapan keberangkatan dan pengambilan boarding pass. Saya dan Mbak Afni yang berangkat bersamaan, hadir pukul 6.30. Kami pikir datang paling pagi.. eh ternyata Mbak Baby dan Mas Hengky sudah lebih dahulu tiba disana.. katanya takut terlambat, takut terkena macet, jadi begitu sholat Subuh langsung berangkat, walhasil tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 6 pagi.. Wah semangat banget ya !

Satu demi satu hadir.. semua terlihat antusias.. tepat waktu dan tidak ada yang terlambat.. tampak Indah Gita Cahyani datang tergopoh-gopoh. Sambil menyeret "traveling bag"nya, dia juga membawa sebuah tas plastik besar.. "Apaan tuh mbak?" tanya saya. "ini nih..he..he... sambil memperlihatkan isinya". Ternyata dia bawa bantal, katanya supaya bisa tidur nyenyak di bus, di pesawat, di penginapan, .. pokoknya bantal ini harus ada, begitu katanya. Wah, niat banget (tidur) ya .. he..he..

Lalu tiba di bandara, Yolanda. Penyanyi dangdut ini memakai topi berenda penutup rambut warna pink, blus putih-pink dan bawahan.. juga pink.. Hmmm... serasi sekali dengan wajahnya yang imut dan rona pipinya yang pink berseri-seri, cerah ceria. Di terminal kami dibagikan topi dan pin bertuliskan "Jamaah ORBIT the new moslem generation". Mengapa dinamakan ORBIT? bahwa semua yang ada dilangit dan di bumi bertasbih memuji nama Allah. Tasbih mereka seperti lingkaran orbit.. berputar "anti clockwise" , selayaknya manusia berputar, berthawaf , bertasbih mengelilingi Ka'bah di Mekkah Al Mukaramah, mendekat kepada Allah SWT. Boleh juga bila ada yang ingin mengartikan ORBIT singkatan dari Orang Beken Ingin Taubat.. atau Orang Beken Ingin Taqwa atau arti lainnya. Nanti deh dibuat sayembara.. mana yang paling bagus.. katanya berseloroh..

P5150073


P5150171 Pesawat berangkat pukul 08.05 WIB. dan menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Pesawat yang kami tumpangi memang benar-benar masih baru.. gress.. Humas Manager Lion Air , Pak Hasyim Arsal Al Habsyi mengatakan bahwa pesawat seri 737-900ER ini baru pertama keluar dari pabriknya dan kita sebagai pemakai pertama. Lion Air memesan sebanyak 60 unit pesawat Boeing seri tersebut.

Ketika pesawat hendak take off, kami para penumpang saling terdiam dan khitmat berdoa masing-masing.. selesai berdoa, saya lihat Pak Hasyim yang duduk di samping depan saya masih komat-kamit berdoa sambil menengadahkan tangan.. Khusyu sekali.. saya turut meng-Aminkan dari belakang.. Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkan doanya dan doa kita semua.

Dalam kesempatan penerbangan ini, kami juga berdoa untuk yang berulangtahun tepat pada hari ini, 15 Mei, yakni Meidiana Hutomo.. dari atas pesawat Ustadz Wafiuddin mendoakan untuk Meidi. Semoga Allah SWT senantiasa melindunginya dan memberi kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiin Ya Robbal Alamiin.

Pukul 09.30 tiba di bandara Bandara International Minangkabau (BIM), rombongan dibagi dalam 4 bus, yakni Bus Sidiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh. Saya berada dalam Bus Fathonah antara lain bersama Bunda Hakim, Ibu Tilla (dari Majalah Noor) Wellya Safitri (Waksekjen PAN), Erni Susi (designer), Denny (suaminya Marini Zumaris), Ida Leman (Mbak Pur "Losmen"), Uci (penari), Teguh Juwarno (humas, politisi, wartawan), dan para artis/aktor lain seperti Indah Gita Cahyani, Raka Hafit, Eva Arnaz, Tinna, Bu Yahya, Mbak Afni dan.. Primus. Suasana didalam bis penuh dengan keceriaan.. Mbak Ida dan Mas Teguh saling berbalas cerita lucu.. , seru sekali.. rasanya sudah lama tidak tertawa lepas seperti ini.. Tapi Mbak Eva Arnaz senantiasa menasehati agar kita senantiasa menjaga mulut.. supaya tidak berbicara hal-hal yang tidak diperkenankan Allah. .. hmm benar juga ya mbak.

Pukul 11.00 Makan siang di restoran sate "Mak Syukur". Karena sudah lapar.. sate padang langsung habis dalam sekejap.. hmm.. nikmat. Konon, katanya Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan isteri juga pernah mampir makan sate disini..

P5140053 Pukul 11.30 kami mengunjungi Kompleks Perguruan Muhamamadiyah Kauman Padang Panjang untuk memberikan bantuan akibat gempa yang melanda Padang beberapa waktu lalu, sehingga beberapa bangunan tampak retak-retak dan dikhawatirkan runtuh. Mbak Afni, yang orang Padang (tapi lama tinggal di Medan), sangat senang sekali, dia mengatakan bahwa dirinya lulusan sekolah tersebut, meski tinggal di Medan tapi orangtuanya menghendaki agar anaknya bersekolah di SMA Muhammadiyah Kauman Padang Panjang ini. Mbak Afni sempat nangis-nangis, tapi akhirnya dia sangat menikmati, karena guru-gurunya baik-baik. Bahkan katanya dia dan beberapa temannya sempat bolos dan kabur ke BukitTinggi.. karena disana sering ada acara kesenian. Meski ketahuan oleh guru, tapi mereka tidak marah. Kesempatan ini tentu saja dimanfaatkan oleh Mbak Afni untuk bernostalgia, katanya, "ini dahulu asramaku.. , kamarku disebelah sana.." Beliau bahkan bertemu dengan gurunya yang ternyata masih tetap mengajar. "Mbak.. sekalian laporan gak ke pak guru kalau dahulu sering bolos atau kabur? he..he.." tanyaku. Alhamdulillah, dalam kesempatan ini LION AIR berkenan memberikan sumbangan yang jumlahnya tidak sedikit. Mudah-mudahan menjadi amal jariah dan berkah bagi Lion Air.

P5140057 Lalu kami menuju Batipuh dekat Danau Singkarak. Panti asuhan ini hancur total akibat gempa yang menghujam Sumatera Barat Bulan Maret lalu, dan akan dibangun kembali oleh jamaah ORBIT. Dalam kesempatan tersebut, bantuan diserahkan oleh Cici Tegal dan Hengky Tornado. Seorang anak panti ketika ditanya ingin jadi apa nanti kalau sudah besar? dijawabnya dengan spontan "ingin jadi guru" . Subhanallah. Mulia sekali. Semoga cita-citamu tercapai nak..

Setelah sholat jama Dzuhur dan Ahar, kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi menuju penginapan dan segera check in di Novotel. Waktu menujukkan pukul 16.00. Setelah itu acara bebas hingga pukul 18. Apalagi kalau bukan dimanfaatkan untuk balanjo... dan balanjo... kalau soal ini sih heboh deh.. Pasar di sekitar hotel tempat kami menginap sepertinya semarak dengan hilir mudiknya para jamaah orbit. Astrie Ivo tampak melihat-lihat blouse sulaman bordir. Pak Ustadz Bachtiar membeli sebuah kemeja koko warna putih sulaman khas Padang yang terkenal halus itu. Raka tampak putar-putar keliling pasar, katanya mencari oleh-oleh baju untuk keponakannya. Semua tampak meriah, apa lagi kalau ada Cici Tegal.. tambah heboh, ternyata fansnya banyak orang Padang juga ya.. padahal embel-embel dibelakang namanya..Tegal. Meidi dan Mbak Yatti sibuk beli kerupuk kulit, ikan asin dan ikan asap hasil tangkapan Danau Singkarak. Erna Libby, sibuk belanja bahan pakaian.. katanya takut dimahalin.. oleh karena itu dia mengajak Mbak Afni untuk menawar dalam Bahasa Padang, katanya supaya dikasih murah.., hmm .. boleh juga, ..kan namanya usaha..

P5150162 Pukul 18.00 berangkat menuju Masjid Baitul Jalal Pasar Atas Bukit Tinggi untuk sholat Maghrib dan Isya. . Dalam kesempatan tersebut para jamaah ORBIT memberikan bantuan kepada Mesjid Baitul Jalal yang disampaikan oleh Bonita (penyiar) dan Primus. acara dilanjutkan tausyiah oleh Ustadz Wafiuddin. Tampak jamaah ORBIT dan jamaah mesjid semuanya sungguh-sungguh mendengarkan pesan dari pak Ustadz tersebut.

Acara makan malam.. di restoran Padang (lupa namanya), tapi masakannya uenakk deh.. sungguh suasana makan malam yang akrab dan nikmat.. berbagai jenis masakan lezat tersaji didepan mata. Tapi sebagian tampak hanya icip-icip saja, takut gemuk katanya, jadi tidak mau makan pakai nasi, padahal hmm.. nikmat..apalagi kalau makannya pakai nasi, lebih nikmat lagi.

Pukul 21.00 tiba di penginapan, langsung istirahat. Saya dan Mbak Afni yang satu kamar, menyempatkan diri mampir ke kamar Mbak Ida Leman dan Bu Yahya.., dia punya inisiatif bawa peralatan karaoke.. jadi kami menyanyi dan mengobrol sampai pukul 11. Uniknya, selesai menyanyi, di layar televisi otomatis tertulis nilai "score" suara kita, jadi kami berlomba-lomba untuk meraih nilai tertingggi. Dan juaranya adalah Wellya dengan nilai 97. Mbak Ida saja "hanya" mencapai nilai 80. Erni Susie "mentok" di angka 83. Acara ini "only for women.." jadi..seru banget deh..

Pukul 04.30 Kami sudah berkumpul di aula untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah, lalu diisi Tausyiah oleh Ustadz Bachtiar Nasir. Tampak beberapa jamaah dengan tekun mendengarkan tausyiah, bahkan Mbak Eva Arnaz sibuk mencatat kajian Al Quran yang dibawakan oleh Ustadz Bachtiar. Primus yang berada dibarisan depan tampak tekun dan sungguh-sungguh mendengarkan uraian dari Ustadz Bachtiar. Kata Pak Ustadz kita harus menuntut ilmu sunggguh-sungguh, janganlah menjadi orang yang buta, pekak dan tuli sehingga tidak mengerti apa-apa. Oh ya sebelumnya juga dilantunkan ayat-ayat suci Al Quran oleh penyanyi dangdut Yolanda. Subhanallah suaranya bangus.. dan membawakannya juga tertib dan tartil.

P5150069 Sarapan pagi diiringi alunan musik tradisional Padang.Pemandangan di sekitar hotel sangat indah.. Kami menyempatkan diri berfoto sejenak

P5150072

ditengah suasana pagi yang sejuk dan segar. Lalu kami bersiap-siap untuk check out.

P5150087P5150080 Pukul 07.00 berangkat menuju Danau Maninjau , dan singgah sejenak di Rumah Gadang Datuk Moro (keluarga Mediana Hutomo). Sebuah rumah panggung yang besar dan antik.. sungguh warisan budaya yang harus tetap dipelihara.. Ibunda Meidi adalah puteri pertama dari Datuk Moro.

P5150109P5150108 Dari rumah gadang tersebut, Lalu singgah sejenak di Hotel Nuansa Maninjau untuk melihat panorama danau Maninjau nan indah.. sungguh, pemandangan yang menakjubkan. Astrie Ivo dan puteranya Kevin mengatakan bahwa baru kali ini berkesempatan mengunjungi Danau Maninjau. Kesempatan ini tentu saja dimanfaatkan untuk saling berfoto-foto. Zaskia Mecca dan Raka tak ketinggalan berfoto ria..

P5150141_1 Sekitar Pukul 10 pagi, perjalanan dilanjutkan menuju tempat kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang. Beliau ulama besar tanah air. Beliau juga seorang satrawan yang menghasilkan buah karya besar. Salah satunya adalah Dibawah Lindungan Ka'bah. Yaang kalau kita membacanya pasti menangis.. Lalu kami memberi bantuan sosial yang disampaikan oleh Meidiana dan Nicky. Dalam sambutannya, Bang Din mengatakan bahwa dahulu, tradisi Minang para pemudanya belajar di surau dan kaum puterinya belajar agama di rumah gadang. Dahulu pula orang-orang dari luar belajar agama di pesantren di Minang, tapi sekarang pemuda disini lebih banyak ke Gontor. Oleh karena itu beliau berencana ingin menghidupkan kembali pesantren ranah Minang, dan bahkan akan membangun pesantren di daerah Sungai Batang ini.Kami juga menyempatkan diri mampir ke Mesjid Raya Bayur "Birul Walidain". Mesjid ini bagus.., mirip mesjid di Puncak Jawa Barat. Airnya dingiiin...

P5150088_1 Pukul 12.30 kami menuju Padang untuk segera ke bandara. Kami sholat lalu makan siang agak terburu-buru, karena Pesawat Lion Air yang akan memberangkatkan kami ke Jakarta akan lepas landas pukul 15.00. Dar dalam jendela bis, kami disajikan pemandangan yang indah dan menawan . Danau Maninjau serta rumah-rumah disekitarnya dihiasi oleh bunga warna warni.. sangat asri. Subhanallah.. Subhanallah.. (maaf upload fotonya miring)


Jakarta, 23 Mei 2007

-meita-

P5150067P5150089P5150083P5140023

P5140026 P5140021 P5140033 P5150084

P5140016 P5150076